Login
🌏 Empat Negara ASEAN Terendam Banjir: Indonesia Catat Korban Terbesar

Forkompromi.com ~ Jumat, 28 November 2025

Empat negara di kawasan Asia Tenggara kini menghadapi keadaan darurat banjir setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur selama beberapa hari. Fenomena ini turut diperparah oleh eskalasi krisis iklim yang semakin sulit diprediksi. Negara-negara terdampak meliputi Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Vietnam ~ dengan jumlah korban meninggal paling banyak berasal dari Indonesia.

Sebelumnya, intensitas hujan ekstrem juga menyebabkan banjir di Filipina pada awal hingga pertengahan November. Kini, wilayah ASEAN kembali dikejutkan oleh peningkatan angka korban serta kerusakan besar pada sektor permukiman dan pertanian.

Malaysia

Banjir di Malaysia menyebar pada delapan negara bagian, termasuk Kelantan, Penang, Kedah, Perak, hingga Perlis. Sedikitnya dua orang meninggal dunia, dan lebih dari 30.000 penduduk dievakuasi untuk menghindari peningkatan ketinggian air. Kondisi di beberapa wilayah bahkan disamakan warga dengan hamparan laut karena daratan nyaris tak terlihat.

Thailand

Di Thailand bagian selatan, banjir berkepanjangan mengakibatkan 145 orang dilaporkan tewas, seperti diberitakan AFP. Beberapa jasad ditemukan dalam kondisi terikat untuk mencegah terbawa arus. Otoritas khawatir jumlah korban masih dapat meningkat seiring berlanjutnya operasi pencarian dan pertolongan.

Indonesia

Data BNPB (28 Nov 2025) mencatat 174 orang meninggal akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Rincian korban sebagai berikut:

WilayahMeninggalHilang
Sumatra Utara11641
Sumatra Barat23-
Aceh35-

Jumlah ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan catatan kematian tertinggi dalam bencana regional kali ini.

Vietnam

Vietnam melaporkan banjir terparah dalam kurun lebih dari 50 tahun, menurut Pusat Prakiraan Hidro-Meteorologi Nasional. Ketika Hujan ekstrem yang terjadi pada 16–23 November menyebabkan 90 orang tewas, merusak lebih dari 1.150 rumah, serta menenggelamkan 80.000 hektar lahan padi dan ragam tanaman pangan.

Dear Forkompromi readers,

Berita internasional ini merupakan alarm bahwa Bumi kita mengalami ragam perubahan akibat segala aktivitas di atasnya. Banjir yang melanda empat negara ASEAN bukan hanya mengancam keselamatan penduduk, tetapi juga memperlihatkan bagaimana perubahan iklim kian nyata dan berdampak besar pada lingkungan serta stabilitas sosial. Musibah ini menjadi sinyal bahwa kawasan regional perlu memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di masa mendatang.

Musibah ini meninggalkan duka, tetapi juga menunjukkan bahwa solidaritas lintas negara masih mungkin tumbuh. Para pemimpin dan pemegang kebijakan mesti hadir berkolaborasi mencari akar permasalahan dan meningkatkan mitigasi bencana di berbagai sektor. Semoga setiap pemulihan menjadi harapan, dan setiap kehilangan tidak hilang sia-sia. Kita berdoa, agar yang tersisa dapat bangkit kembali ~ lebih kuat dari sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *