Login
Thesisku Cintaku

🎓 "Thesisku, Cintaku" — Sebuah Perjalanan Menyalakan Self-Efficacy Mahasiswa Pascasarjana
Dalam video ini, Sri Yusriani atau Kak Sarah membagikan inti dari karya risetnya dalam Proses TAPM (saat itu baru selesai Yudisium, Mei 2024), presentasi ini sebagai salah satu "karya besar dari cinta dan perjuangan akademik" — sebuah tesis yang mengupas secara mendalam tentang tantangan stres kerja bagi pekerja Internasional di Denmark, Eropa, yang kemudian implementasinya diadopsi melalui ragam riset lanjutan untuk kemajuan akademik dan profesional yang dihadapi mahasiswa Magister Manajemen di Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka (MM UT).

Melalui pendekatan ilmiah dan pengalaman personal, ia menyalurkan semangat self-efficacy — keyakinan diri yang tumbuh bukan karena segala hal mudah dan lancar, tapi karena kita bersedia terus belajar, jatuh, terpeleset, sakit, dan bangkit. Di awal-awal FGDs Forkompromi Pada 2023, Kak Sarah gemar menularkan slogan, "No Pain, No Gain!" sebagai cambuk motivasi, bahwa semua lompatan tinggi kemajuan~ pasti ada goresan, tantangan dan cabaran yang mesti dihadapi.
Kemudian Kak Sarah meneruskan slogan "Everyone is awesome, Happy learning, happy working, and Happy researching!" tatkala menularkan rasa optimis yang lebih baik lagi setelah wisuda di SPs UT.
Bagi kamu yang sedang berjuang dalam studi, tesis, atau perjalanan profesional, video ini bukan sekadar materi — ini adalah pelita kecil untuk hati yang ingin tetap menyala.

Kak Sarah concern melanjutkan Self-Efficacy dalam riset PhD dan di lingkungan penelitiannya, "Sebagai peneliti sekaligus pengajar, pendidik, saya percaya bahwa riset bukan hanya soal rumus dan data — tapi tentang hati yang tak berhenti ingin memahami manusia dan proses belajar itu sendiri. Tesis ini bukan sekadar kewajiban akademik, tapi ruang kontemplasi: bagaimana mahasiswa bisa tetap tangguh dalam tekanan, sambil tetap memelihara impian.
Dalam perjalanan mengumpulkan data, saya banyak mendengar cerita: ada yang hampir menyerah, ada yang kehilangan arah, dan ada pula yang menemukan makna baru dari setiap tantangan. Justru di sanalah saya menyadari — bahwa self-efficacy bukan konsep kaku, melainkan nyala kecil yang perlu dijaga bersama-sama, terutama bagi para pejuang S2 jarak jauh seperti di MM UT.
Anthem "Tesisku Cintaku' ini menjadi satu senandung motivasi kuat bagi banyak sahabat di MM UT Unggul. Alhamdulillah…..
💌
Semoga video spontan FGDs kita ini tidak hanya menjelaskan 'secuil hasil perjalanan penelitian saya', tetapi juga menyampaikan energi yang saya tanamkan selama menyusunnya: energi cinta terhadap ilmu, empati terhadap sesama mahasiswa(yang sekaligus praktisi/pekerja), dan harapan bahwa setiap orang bisa menyala dalam versi terbaiknya sendiri. Teruslah melangkah, karena tak ada upaya yang sia-sia saat disertai keyakinan diri nan teguh untuk bertahan. Belajar sepanjang hayat, Self-efficacy; Kebaikan itu Menular, ketulusan itu Terpancar, Kesejatian Cinta itu Pasti didukung semesta….." #sriysarah #selfefficacy #FORKOMPROM!


"Ilmu yang ditanam dengan cinta akan tumbuh menjadi cahaya; bukan hanya menerangi jalanmu, tapi juga orang lain yang sedang mencari arah."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *