PALEMBANG & JAMBI DALAM KEPUNGAN KABUT ASAP
#images docs kiriman netizen • Oct 2026
#keeppraying #prayforIndonesia
forkompromi.com
Assalamu’alaykum Salam Sejahtera, Dear forkompromi readers, Semoga sehat senantiasa….
Langit kehilangan warna.
Jembatan, gedung, jalan raya, dan tepian Sungai Batanghari tampak seperti berdiri di balik tirai kelabu. Jarak pandang memendek, mata terasa perih, dan udara yang seharusnya menopang kehidupan justru membawa ancaman bagi kesehatan.
Pada Oktober 2026, kabut asap kembali mengepung sejumlah wilayah di Sumatra. Palembang dan berbagai daerah di Provinsi Jambi menghadapi penurunan kualitas udara yang serius akibat kebakaran hutan dan lahan.
Foto-foto kiriman warga memperlihatkan betapa pekatnya asap di jalan, kawasan permukiman, jembatan, hingga perairan Sungai Batanghari. Namun, foto merupakan dokumentasi visual, bukan alat ukur kualitas udara. Penilaian tingkat bahaya tetap harus mengacu pada data resmi yang mencantumkan lokasi sensor, jenis indeks, polutan, serta waktu pengukuran.
Palembang: PM2.5 Menembus 903,6 µg/m³
Data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai 903,6 mikrogram per meter kubik pada Minggu, 4 Oktober 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. BMKG menyebut kondisi tersebut berada pada tingkat sangat berbahaya dan menjadi catatan tertinggi dalam pemantauan Palembang sepanjang 2026. (sumber ANTARA News)
Angka tersebut merupakan konsentrasi PM2.5, bukan angka AQI ataupun ISPU. Ketiganya berkaitan dengan kualitas udara, tetapi menggunakan metode, satuan, dan skala pengukuran berbeda. Karena itu, angka PM2.5, AQI, dan ISPU tidak boleh dipertukarkan begitu saja dalam pemberitaan.
Data kualitas udara juga dapat berubah dalam waktu singkat, bergantung pada:
- Waktu pengukuran;
- Lokasi stasiun pemantauan;
- Arah dan kecepatan angin;
- Sumber serta intensitas kebakaran;
- Jenis polutan yang menjadi parameter kritis; dan
- Sistem indeks yang digunakan.
Setiap angka kualitas udara sebaiknya selalu disertai sumber, lokasi sensor, dan waktu pencatatan.
Mengapa PM2.5 Sangat Berbahaya?
PM2.5 merupakan partikel udara berdiameter tidak lebih dari 2,5 mikrometer. Ukurannya sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke saluran pernapasan dan mencapai bagian terdalam paru-paru.
Paparan dalam konsentrasi tinggi dapat memperburuk asma, penyakit paru, dan gangguan jantung. Anak-anak, lansia, ibu hamil, pekerja luar ruangan, serta orang dengan penyakit kronis menghadapi risiko lebih besar.
Bahaya kabut asap tidak selalu tampak melalui rasa sesak secara langsung. Paparan berulang juga dapat menyebabkan batuk, iritasi mata dan tenggorokan, sakit kepala, penurunan stamina, serta memburuknya gangguan pernapasan yang sebelumnya sudah ada.
Asap Karhutla dari OKI Mengepung Palembang
BMKG menjelaskan bahwa sebagian asap yang mencapai Palembang berasal dari aktivitas kebakaran hutan dan lahan di Ogan Komering Ilir. Wilayah tersebut menjadi salah satu pusat karhutla terbesar di Sumatra Selatan, dengan akumulasi sumber titik panas yang dilaporkan mencapai 1.726 titik. Arah angin kemudian membawa asap menuju Palembang dan wilayah sekitarnya. (sumber #info IDN Times Sumsel)
Hujan telah turun di sejumlah wilayah Sumatra Selatan, tetapi belum merata hingga menjangkau seluruh kawasan sumber kebakaran.
Kebakaran di lahan gambut memiliki karakter khusus. Api dapat bergerak perlahan di bawah permukaan, menyimpan panas, dan kembali menghasilkan asap meskipun nyala api besar tidak terlihat. Hujan singkat belum tentu mampu memadamkannya. Pembasahan yang mendalam serta hujan lebat dan merata selama beberapa hari lebih dibutuhkan untuk membantu menghentikan pembakaran pada lapisan gambut.
Penerbangan Ikut Terganggu
Kabut asap turut memengaruhi aktivitas di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Pada Minggu, 4 Oktober 2026, sebanyak 29 penerbangan domestik dan dua penerbangan internasional dilaporkan mengalami penundaan. Pada hari berikutnya, 16 penerbangan domestik dan dua penerbangan internasional juga mengalami keterlambatan ketika jarak pandang menurun hingga sekitar 200 meter. Turut prihatin.
Gangguan ini menunjukkan bahwa karhutla tidak hanya memengaruhi kesehatan, tetapi juga transportasi, kegiatan ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat.
Sekolah di Palembang Kembali Menimbang PJJ
Memburuknya kualitas udara membuat sekolah-sekolah di Palembang kembali mempertimbangkan pembelajaran jarak jauh.
Berdasarkan Peraturan Wali Kota Palembang Nomor 63 Tahun 2026, kepala satuan pendidikan diberi kewenangan menentukan pembelajaran tatap muka atau PJJ dengan mempertimbangkan kondisi ISPU di wilayah sekolah masing-masing. Kebijakan dapat dievaluasi setiap hari karena tingkat pencemaran udara tidak selalu sama di seluruh kawasan. (detik.com)
MIN 2 Kota Palembang, misalnya, kembali menerapkan PJJ pada 30 September 2026 setelah ISPU maksimum di sekitar sekolah dilaporkan mencapai 433, yang masuk kategori berbahaya. (min2palembang.sch.id)
PJJ bukan hari libur. Hak anak memperoleh pendidikan harus tetap dipenuhi. Namun, hak belajar juga tidak dapat dipisahkan dari hak untuk bernapas dalam udara yang aman.
Jambi: Kabut Asap Menyelimuti Sungai Batanghari
Kondisi serupa terlihat di Kota Jambi dan sejumlah kabupaten di Provinsi Jambi.
Dokumentasi udara pada 30 September memperlihatkan kawasan permukiman serta pusat kegiatan di tepian Sungai Batanghari tertutup kabut asap. Berdasarkan pemantauan ISPU pada hari tersebut, kualitas udara Kota Jambi dilaporkan telah mencapai kategori berbahaya. (Sumber ANTARA News Jambi)
Pada 29 September sekitar pukul 17.00 WIB, Stasiun Jambi Paal Lima mencatat ISPU 248, dengan PM2.5 sebagai parameter utama. Angka ini masuk kategori sangat tidak sehat dan menunjukkan risiko kesehatan serius, terutama bagi kelompok rentan. (Sumber: IMCNEWS)
Kondisi kembali memburuk pada awal Oktober. Pemantauan yang diberitakan pada 8 Oktober menunjukkan ISPU Kota Jambi mencapai 406, sehingga pemerintah kota kembali memperpanjang PJJ bagi satuan pendidikan jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP. Hingga kini, Kabut asap masih pekat.
Merangin Terapkan Pembelajaran Daring
Kabut asap juga menebal di Kabupaten Merangin. Pemerintah daerah menetapkan pembelajaran daring bagi peserta didik PAUD, SD, dan SMP sederajat pada 8–10 Oktober 2026 setelah kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat. Kebijakan tersebut dapat kembali disesuaikan mengikuti perkembangan kondisi udara. (Sumber: Newsline Jambi)
Dinas Pendidikan Provinsi Jambi juga mengatur bahwa sekolah wajib beralih ke PJJ ketika ISPU mencapai rentang 201–300 atau kategori sangat tidak sehat, serta ketika berada di atas 300 atau kategori berbahaya. (Sumber disdik.jambiprov.go.id)
Kondisi ini menegaskan bahwa krisis kabut asap tidak berhenti pada batas administratif sebuah kota. Asap bergerak mengikuti angin dan dapat memengaruhi wilayah yang jauh dari sumber api.
Langkah Perlindungan bagi Masyarakat
Ketika kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat atau berbahaya, masyarakat disarankan untuk:
- Membatasi aktivitas di luar ruangan;
- Menghindari olahraga berat di tempat terbuka;
- Menutup pintu dan jendela ketika asap sedang pekat;
- Menggunakan pembersih udara apabila tersedia;
- Memakai masker partikulat seperti N95 atau KN95 dengan pemasangan yang tepat apabila harus keluar rumah;
- Menjaga anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit paru atau jantung agar tidak terpapar;
- Mengganti pakaian dan membersihkan tubuh setelah beraktivitas di luar;
- Mengikuti pengumuman sekolah dan pemerintah daerah;
- Memeriksa kualitas udara melalui BMKG, sistem ISPU pemerintah, dinas lingkungan hidup, dan sumber resmi lainnya; serta
- Segera mencari pertolongan medis apabila muncul sesak napas berat, nyeri dada, kebingungan, bibir membiru, pingsan, atau kondisi yang terus memburuk.
Masker bedah biasa dapat membantu mengurangi droplet, tetapi perlindungannya terhadap partikel sangat kecil tidak sebaik respirator partikulat yang terpasang rapat. Anak-anak dan orang dengan kondisi medis tertentu perlu memperoleh panduan yang sesuai dari tenaga kesehatan.
Kabut Asap Tidak Boleh Dinormalisasi
Kabut asap tidak boleh dianggap sebagai musim tahunan yang harus diterima masyarakat tanpa perbaikan.
Di balik setiap angka kualitas udara terdapat anak-anak yang tidak dapat bermain di luar, guru yang harus mengubah pembelajaran, pengemudi yang kehilangan jarak pandang, pekerja yang tetap harus berada di jalan, pasien yang kesulitan bernapas, dan keluarga yang mencemaskan keselamatan orang-orang tercinta.
Penanganan karhutla memerlukan lebih dari imbauan untuk memakai masker. Negara dan seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan:
- Pemadaman dilakukan secara cepat dan berkelanjutan;
- Lahan gambut dibasahi hingga lapisan bawah;
- Masyarakat memperoleh informasi yang mudah diakses;
- Fasilitas kesehatan siap menghadapi peningkatan gangguan pernapasan;
- Sekolah memperoleh panduan pembelajaran yang jelas;
- Pelaku pembakaran dan pihak yang lalai dimintai pertanggungjawaban; dan
- Pencegahan dilakukan sebelum kemarau berikutnya tiba.
Langit Palembang dan Jambi mungkin sedang tidak baik-baik saja. Innalillahi wa inna ilayhi roji’uun.
Namun, kepedulian masyarakat, informasi yang akurat, kerja serius petugas di lapangan, penegakan hukum lingkungan, serta keberanian mencegah kebakaran berikutnya mesti tetap dijaga.
Semoga hujan segera turun dengan cukup dan merata. Semoga api di permukaan maupun di lapisan gambut dapat dipadamkan. Semoga anak-anak kembali belajar dan bermain tanpa takut menghirup udara di luar rumah.
#keeppraying untuk Palembang, Jambi, Sumatra, dan seluruh Indonesia.
Catatan redaksi: Kondisi kualitas udara dapat berubah setiap jam. Foto dalam kolase merupakan dokumentasi kiriman netizen pada Oktober 2026 dan tidak menggantikan data alat pemantauan resmi. Pembaca dianjurkan memeriksa pembaruan BMKG, ISPU pemerintah, dinas lingkungan hidup, pemerintah daerah, serta fasilitas kesehatan.
Teriring doa buat semua pembaca, semoga tetap semangat dan sehat selalu, aamiin… Have a great day! — forkompromi.com
