Oleh: Team Forkompromi
Dalam rangka suksesi kepemimpinan periode 2025–2030, Universitas Terbuka (UT) telah menyelenggarakan sebuah proses seleksi rektor yang menandai fase penting dalam sejarah 41 tahun perjalanannya. Inisiatif yang bertajuk "Mencari Bintang" ini merupakan manifestasi komitmen UT terhadap implementasi tata kelola universitas yang profesional, inklusif, transparan, dan melibatkan partisipasi publik.
Setelah melalui serangkaian tahapan penyaringan yang akuntabel dan transparan, Majelis Wali Amanat (MWA) UT secara resmi mengumumkan tiga calon rektor atau carek pada 16 Juni 2025. Ketiga calon tersebut telah menjalani evaluasi kepatutan serta memaparkan visi strategis mereka di hadapan sembilan panelis independen. Panelis ini terdiri dari para akademisi bereputasi internasional, tokoh pendidikan nasional, praktisi industri digital, serta perumus kebijakan publik.
Adapun ketiga kandidat yang berhasil lolos untuk tahap pemilihan dan penetapan Rektor UT periode 2025-2030 adalah sebagai berikut:
- Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., dengan visi: “Meneguhkan kewibawaan, menguatkan integritas, dan mengokohkan reputasi akademik UT secara global”.
- Dr. Meirani Harsasi, S.E., M.Si., yang mengusung visi: “Membawa Universitas Terbuka menjadi perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh yang berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa”.
- Rini Yayuk Priyati, M.Ec., Ph.D., dengan visi: “Membangun Universitas Terbuka sebagai perguruan tinggi jarak jauh yang berkualitas dunia”.
Sebagai bagian dari rangkaian proses seleksi, diselenggarakan acara Debat Calon Rektor pada 9 Juli 2025. Forum strategis ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada komunitas akademik dan masyarakat umum guna mendalami arah kepemimpinan untuk masa depan UT. Dalam debat tersebut, setiap kandidat menjabarkan program prioritas, menawarkan solusi atas tantangan pendidikan tinggi jarak jauh, serta memaparkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat posisi global UT di dalam era disrupsi digital.
Selepas debat, MWA UT bersama Panitia Pemilihan Rektor (PPR UT) melaksanakan Sidang Pleno Tertutup pada sore hari di tanggal yang sama. Sidang ini bertujuan untuk menetapkan Rektor Terpilih UT Periode 2025–2030 berdasarkan perolehan suara mayoritas dari anggota MWA. Hasil Sidang Pleno Tertutup MWA menetapkan Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. sebagai Rektor Terpilih. Pengesahan resmi atas hasil ini akan dilakukan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atau pejabat yang mewakili.

Prof. Ali bersama dengan President FORKOMPROMI, Sri Yusriani
Pelantikan rektor terpilih dijadwalkan akan dilaksanakan pada 25 Agustus 2025, yang akan menjadi penanda dimulainya era kepemimpinan baru untuk lima tahun ke depan.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) UT, Prof. Paulina Pannen, M.Ls., menyatakan bahwa Rektor UT 2025–2030 diharapkan dapat menjadi "bintang baru", sesosok figur pemimpin transformatif yang akan menerangi arah transformasi digital pendidikan di UT. Hal utama dalam transformasi tersebut mencakup penguatan inovasi pembelajaran daring, perluasan akses pendidikan tinggi yang inklusif hingga ke wilayah terpencil dan kancah internasional, serta kontribusi konkret kepada pemerintah dalam upaya peningkatan kuantitas dan kualitas pendidikan tinggi nasional.
Harapan besar disematkan kepada Rektor Baru Terpilih, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., untuk semakin menegaskan kedudukan UT sebagai institusi pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang berkualitas global.
Ketua MWA UT, Prof. Ainun Naim, turut menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan penyelenggaraan proses pemilihan rektor yang berjalan secara terbuka, transparan, objektif, inklusif, dan inovatif.
Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk kawan media yang telah mendukung dan mengawasi jalannya proses seleksi dari awal hingga akhir. Harapannya, UT akan terus berkembang menjadi Kampus Digital, Terbuka, dan Berdampak bagi kemajuan Indonesia dan dunia.
