Login
BTR1: Jalan Para Pejuang Tesis

#BTR #thesis #management_studies

Dosen Pembimbing: "Ayo Segera Daftar BTR1!!"

Bimbingan Tesis Residensial I atau biasa disingkat BTR1, merupakan tahapan yang harus dilalui oleh Mahasiswa Magister di Universitas Terbuka (UT) pada Semester IV. Dalam tahap ini, Mahasiswa diminta untuk memaparkan rencana penelitiannya di hadapan Pembahas Ahli dan juga Dosen Pembimbing I dan II. Yup betul banget, BTR1 adalah seminar proposal penelitian. Dalam tahap ini kita diharapkan mampu untuk menjelaskan apa yang menjadi latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, teori pendukung, dan metode yang akan dipakai dalam penelitian kita nantinya. BTR1 merupakan satu dari tiga komponen aktivitas utama dalam Tugas Akhir Program Magister (TAPM), selain BTR2 dan Ujian Sidang. Untuk BTR2 dan Ujian Sidang nanti akan dibahas tersendiri, jadi mohon bersabar yah.

---

Nah...untuk mendapatkan jadwal BTR1 nyatanya membutuhkan kesungguhan, kerja keras, komitmen, dan keandalan karena memang level Pasca Sarjana seharusnya berbeda kualitas tantangannya dengan level sebelumnya (Sarjana, Diploma III, dst). Apabila Dosen Pembimbing kita mengatakan: "Ayo Bapak/Ibu segera daftar BTR1!" itu artinya bukan sekedar tiba-tiba kita mendaftar, tapi kita diharapkan menyiapkan betul-betul rencana/proposal penelitian kita. Maka kita perlu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Dalam kolom opini ini, penulis akan membagikan pengalaman, informasi, dan tips/trik seputar BTR1 ini. Disclaimer: ini bukan standar baku, namun hanya berupa stimulan atau strategi yang setiap orang punya pendekatan yang berbeda-beda. So, ambil sisi positifnya, jika tidak relevan silakan ditinggalkan. Agar mudah mengingatnya, saya akan bagi segmennya dengan menggunakan akronim TAPM (Together - Achieve - Partnership - Management). Let's Go!

---

TOGETHER (Bersama): Selalu Butuh Dia

Kita telah mendapatkan pelajaran penting bahwa dalam menjalani kehidupan ini kita harus fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan: pikiran kita, ucapan kita, sikap kita, perbuatan kita, waktu kita, energi kita, sumber daya kita. Dengan itu kita semakin tangguh, tidak mudah stress, dan lebih tenang dalam mengambil langkah dan keputusan. Namun bagaimana sikap kita terhadap hal-hal yang berada di luar kendali kita? Maka sudah seharusnya kita mendekat/mengejar perhatian Sang Maha Pengendali. Dialah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, Dialah yang melembutkan hati Dosen Pembimbing kita, Dialah Pembuat skenario terhebat, Dialah yang menjadikan kita mampu, kuat, dan paham, Dialah yang membimbing kita menuju pada keberuntungan. Yang harus kita lakukan adalah: terkoneksi dengan Dia. Saran penulis cuma satu: pastikan Dia membersamai kita dalam setiap langkah dan keputusan yang kita ambil. Trus gimana caranyaaaaa? hehehe, usahakan sendiri yaaah. Chapter pertama ini hanya stimulan.

---

ACHIEVE (Meraih): Kita Butuh Growth Mindset

Langkah ini penting karena merupakan pondasi yang akan kita gunakan sebagai pijakan dalam semua proyek TAPM kita ke depan. Ia adalah pola pikir atau cara seseorang memandang, memahami, dan menanggapi situasi, tantangan, atau peluang dalam kehidupan. Ini mencakup keyakinan, sikap, dan asumsi yang membentuk bagaimana seseorang berpikir dan bertindak. Dalam bahasa Indonesia, mindset sering diterjemahkan sebagai "pola pikir" atau "mentalitas". Seorang psikolog Carol Dweck melalui penelitiannya menerangkan tentang dua jenis mentalitas: fixed dan growth mindset. Mari kita bandingkan.

Fixed Mindset (Pola Pikir Tetap):

  • Percaya bahwa kemampuan, bakat, atau kecerdasan bersifat tetap dan tidak bisa diubah.
  • Contoh: "Saya tidak pandai mengelola waktu, dan itu tidak akan berubah."
  • Orang dengan mindset ini cenderung menghindari tantangan, takut gagal, dan merasa terancam oleh kesuksesan orang lain.

Growth Mindset (Pola Pikir Berkembang):

  • Percaya bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat dikembangkan melalui kerja keras, pembelajaran, dan ketekunan.
  • Contoh: "Saya bisa mengelola waktu jika saya disiplin dan komitmen dengan target-target saya setiap harinya."
  • Orang dengan mindset ini cenderung menerima tantangan, belajar dari kegagalan, dan terinspirasi oleh keberhasilan orang lain.

Maka, sudah jelas dengan GM kita akan selalu menghasilkan pikiran yang positif. Apalagi jika kita memiliki mentalitas "What You Think is What You Get!" Apa yang Anda pikirkan, itulah yang akan terjadi, itulah yang akan Anda terima. Maka mau tidak mau kita harus terus berpikir positif, agar kenyataannya juga selalu positif, setuju?? Tapi akan lahir tantangan berikutnya: apakah kita yakin dengan pikiran positif kita sendiri? Belum tentu. Banyak kita yang tergelincir disini. Kita udah berpikir positif tapi kemudian keraguan menyelimutinya. Penyebabnya adalah derasnya arus informasi yang berseliweran di pikiran kita termasuk hal-hal yang negatif dan toxic. Maka untuk membentengi diri dari hal tersebut, kita kembali lagi ke poin pertama (TOGETHER), berlindunglah kepada Dia. So, kesimpulannya untuk bisa ACHIEVE (meraih) harapan dan cita kita yaitu:

  • Tanamkan positif itu dalam pikiran,
  • Yakini, dan
  • Berlindung kepada Dia dari hal negatif sejak dalam pikiran

---

PARTNERSHIP (Kemitraan): Kita Butuh Kolaborasi

Tidak mungkin kita bisa melewati Tesis tanpa ada campur tangan dari pihak luar: Dosen Pembimbing, Admin Prodi, Supporting IT, Dosen Pembahas Ahli, Dosen Penguji Ahli, Rekan-rekan sesama Mahasiswa, Atasan dan Pimpinan di Kantor, Stakeholder pelayanan kita, Para Responden, Orang-orang tercinta: Pasangan, Anak-anak, Orangtua, dst. Gak mungkin sendirian kan? Karenanya kolaborasi sangat kita butuhkan. Dr. Shine Pintor Siolemba Patiro selalu mengingatkan dan memotivasi: "You'll Never Study Alone". Juga halnya dengan Kak Sarah, Hj. Sri Yusriani, MM, (cand) PhD Presiden FORKOMPROMI selalu mengatakan "Keep learning, keep support each other" dengan outcomes Self-Efficacy, Slogan #tips Thesisku Cintaku, yang di-share tahun lalu. Maka, menurut penulis, kolaborasi pada 4K (Keluarga, Kerja, Kuliah, Komunitas) membutuhkan setidaknya 4 konsep pemahaman sebagai berikut:

  • Kepercayaan adalah dasar dari kemitraan yang sukses. Terlibat dalam komunikasi yang jujur, memenuhi komitmen, dan menunjukkan keandalan menumbuhkan lingkungan yang dapat dipercaya yang kondusif untuk kolaborasi.
  • Memastikan saluran komunikasi yang jelas untuk meperoleh informasi dan solusi yang dibutuhkan. Pembaruan rutin, mekanisme umpan balik terbuka, dan mendengarkan aktif berkontribusi pada kolaborasi yang efektif dan pertumbuhan kemitraan. Wujudkan solusi dari saluran yang tepat.
  • Klarifikasi peran dan tanggung jawab akan meminimalkan kebingungan dan menetapkan harapan untuk semua mitra. Struktur yang terdefinisi dengan baik memungkinkan akuntabilitas, meningkatkan efektivitas kemitraan. Jadi jangan tanyakan benefit apa yang Anda dapat dari kemitraan, tetapi kedepankan apa peran dan tanggung jawab Anda dalam kemitraan itu.
  • Konflik kan muncul dan tidak bisa dihindari. Namun, teknik resolusi yang tepat dapat memperkuat kemitraan. Teknik seperti mediasi, mendengarkan aktif, dan kompromi menumbuhkan pendekatan kolaboratif untuk penyelesaian masalah.

---

MANAGEMENT (Pengelolaan): Kita Butuh Sabar & Syukur

Dalam sesi terakhir ini, penulis akan bagikan langkah taktis menuju BTR1 sebagai berikut:

  1. Siapkan proposal penelitian Anda sesuai dengan format panduan TAPM, kalau perlu sudah disiapkan sejak semester awal: temukan masalah, pilih topik, review studi terdahulu dari jurnal internasional 5 tahun ke belakang untuk setiap variabel penelitian yang Anda pilih, gunakan teori yang mencakup semua variabel penelitian Anda, dan gunakan metode-teknik-alat analisis yang relevan dengan rencana penelitian Anda.
  2. Pastikan Anda sudah punya saluran koordinasi yang jelas agar tepat dalam menemukan solusi dalam permasalahan Anda. Pastikan Anda punya kontak Admin Prodi, Supporting IT, Admin Pascasarjana di UT Daerah, Admin UT Pusat, dan Admin DAAK. Beliau semua akan melayani dengan sepenuh hati asalkan kita berkomunikasi dengan santun serta mengedepankan etika. Ingat kita berada di level Pasca Sarjana, gaya komunikasi kita harus elegan. Pastikan Anda tergabung dalam grup atau forum resmi Prodi dan UT Daerah serta grup FORKOMPROMI agar tidak ketinggalan informasi.
  3. Pastikan mendapatkan SK Pembimbingan dari Prodi.
  4. Segera hubungi kedua dosen pembimbing dan sampaikan proposal Anda. Gunakan semua saluran yang ada: WhatsApp, email, dsb. Gunakan komunikasi yang menunjukkan rasa hormat dan beretika. Secara aktif melakukan opsi-opsi yang bisa mempercepat Anda mendapatkan persetujuan beliau berdua, misalnya:
    • Meeting online membahas proposal bareng dengan Mahasiswa lain yang dosen pembimbingnya sama sehingga waktunya lebih efisien dan efektif.
    • Selain proposal dalam bentuk word, juga segera dibuatkan slide power point-nya, karena toh ujung-ujungnya Anda juga bakal buat itu untuk paparan di BTR1 nanti. Harus bikin slide yang menarik (template gratis dan keren di: https://www.free-powerpoint-templates-design.com/), pasang foto beliau berdua sebagai bentuk apresiasi, penghormatan, dan penghargaan Anda kepada beliau berdua (contohnya seperti pada gambar di atas).
    • Proposal Anda segera dicek plagiasi-nya, banyak jasa berbayar yang murah meriah, silakan googling yah. Manfaatkan AI atau bantuan lainnya untuk melakukan parafrase jika tingkat plagiasinya masih tinggi. Syarat di UT harus dibawah 20%, cmiiw.
    • Lakukan riset pendahuluan untuk menguji validitas dan realibilitas variabel penelitian yang Anda pilih. Sample minimal 100.
    • Setelah Anda maksimal melakukan upaya, tetapi dosen pembimbing belum juga approve, maka dengan rasa hormat tawarkan kepada beliau untuk memberikan masukan pada hari H BTR1, agar penelitian (yang intinya itu adalah penelitian Anda dan juga Dosen Pembimbing) terdapat progress/kemajuan dan dapat terus melangkah ke tahap berikutnya.
    • Gak harus semua opsi diatas dijalankan, dan bisa saja ada opsi lainnya yang lebih efektif asalkan tidak merusak/mencemari nilai kejujuran dan integritas (seperti suap, joki, dan semacamnya, silakan itu pilihan Anda). Intinya tunjukkan bahwa Anda benar-benar menguasai substansi penelitian dan siap secara teknis keseluruhan. Berat? tentu tidak kalau Anda bisa kelola waktu dan sumber daya.
  5. Insya Allaah dengan strategi di atas Anda akan dapat tanda tangan persetujuan.
  6. Segera daftar BTR1, submit persyaratan ke:
    • Tautan atau saluran yang disediakan UT Daerah, dan
    • Tautan atau saluran yang disediakan Prodi UT Pusat
    • Harus dua-duanya yaaa jangan lupa lho
  7. Persyaratannya cuma ini:
    • Form Persetujuan Proposal yang sudah di TTD oleh kedua Pembimbing
    • ⁠Berkas Proposal TAPM/Tesis lengkap
    • ⁠Surat Pengajuan BTR (di buat oleh UT Daerah masing-masing)
    • Dari UT Daerah biasanya meminta file paparan BTR1 (slide powerpoint) maksimal 15 halaman.
  8. Monitor terus di email ecampus Anda. Jalani proses diatas dengan Sabar dan Syukur selalu, terus terkoneksi dengan Dia, terus berpikir positif (bayangkan bahwa kamu selalu berhasil/achieve dalam setiap langkah), dan jaga kolaborasi.

---

Pasca BTR1

Menuju BTR1 ada tantangannya sendiri, demikian juga dengan menuju BTR2, ada tantangannya tersendiri, nanti akan kita bahas. Kuatkan diri dan pastikan Anda terus berproses. Tunjukkan keandalan Anda sebagai bukti bahwa Anda memang layak dan siap. Mengutip kata-kata dari H. Dr. Endi Rekarti, ibarat mendorong mobil mogok kalau sudah jalan teruskan jalan, karena kalau kita berhenti, akan berat lagi untuk memulai mendorongnya lagi. Mari terus percikan dan nyalakan api semangat Anda, terutama Mahasiswa Prodi MM UT sebagaimana Dr. Kabul Wahyu Utomo menyerukan: "Glory Glory MM UT!".

---

Semoga bermanfaat, dan silakan bertanya tak perlu sungkan yah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *