Login
Dampak Karhutla Capai Jabodetabek, BMKG Imbau Warga Sekitar

Forkompromi News

Jakarta~ Sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi mulai masuk dan melintasi lapisan atmosfer wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat sejak Jumat (16/10/2026). Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, menjelaskan bahwa pantauan citra satelit pada pukul 10.00 WIB menunjukkan garis sebaran asap yang berasal dari kebakaran di wilayah Kalimantan dan Sumatra telah membentang hingga ke wilayah pulau Jawa.

Pada hari yang sama pukul 12.00 WIB, konsentrasi partikel halus PM2.5 di Kemayoran tercatat berada pada angka 67,5 µg/m³ yang masuk dalam kategori tidak sehat. Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta mengimbau penggunaan masker pelindung standar seperti KN95, KF94, atau N95 (sumber info CNN Indonesia).

Hasil pengamatan mandiri oleh anggota Forkompromi pada hari yang sama juga menyatakan bahwa udara lingkungan sekitar tercium bau asap meskipun tidak ada yang membakar apapun di sekitar dan tidak ada asap yang terlihat. Bau asap tercium selama pagi hingga sore dengan intensitas paling tinggi di pagi hari. Pengamatan mandiri dilakukan di daerah Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat.

Merespons potensi ancaman gangguan kesehatan masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka akses layanan kesehatan bagi seluruh warga tanpa membatasi domisili KTP. Pemprov DKI menyiagakan 31 rumah sakit daerah, 44 Puskesmas, dan 292 Puskesmas Pembantu untuk memberikan pelayanan sigap kepada warga. Selain penyiapan faskes, langkah mitigasi juga dilakukan dengan mengaktifkan penyemprotan kabut air atau water mist dari 179 perangkat di 145 gedung serta menyiapkan opsi Operasi Modifikasi Cuaca dan rekomendasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jika kondisi memburuk (ANTARA).

Asap Masih Ada, Namun Tidak Terasa

Pada saat artikel ini ditulis, BMKG memastikan bahwa sebaran asap karhutla yang melintas di wilayah Jakarta bergerak di lapisan atmosfer atas dan kini telah bergerak menjauh dari kawasan Jabodetabek. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani pada Rabu (21/10/2026) mengungkapkan bahwa asap tersebut berada pada ketinggian lebih dari 4 kilometer di atas permukaan dengan durasi sekitar 5 hingga 6 jam pada Jumat (16/10/2026), sehingga partikelnya tidak tercium atau dirasakan secara langsung oleh warga di permukaan tanah.

Foto: detik

Meski asap karhutla telah meninggalkan Banten, Jawa Barat, dan Jabodetabek, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim menyampaikan bahwa indeks standar pencemar udara (ISPU) Jakarta masih terpantau berada pada kategori sedang hingga tidak sehat yang utamanya dipengaruhi oleh emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, serta faktor musim kemarau (detikNews).

Sumber Bacaan:

Teriring doa buat semua pembaca, semoga tetap semangat dan sehat selalu, aamiin… Have a great day! — forkompromi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *