Login
Blood Moon: Ketika Gerhana Bulan Total Menghiasi Langit Malam

Fenomena blood moon merujuk pada pendar warna kemerahan khas yang menyelimuti Bulan saat berlangsungnya gerhana bulan total (GBT). Peristiwa ini terjadi ketika bayangan umbra Bumi menutupi seluruh permukaan bulan purnama. Pada saat itu, atmosfer Bumi membiaskan dan menyaring cahaya matahari, meneruskan spektrum gelombang merah ke arah Bulan, yang kemudian membuat permukaannya tampak berwarna merah pekat atau tembaga.

Kejadian ini tidak berlangsung pada setiap siklus bulan purnama, mengingat orbit Bulan memiliki sedikit kemiringan. Faktor inilah yang menyebabkan kesejajaran presisi antara Matahari, Bumi, dan Bulan tidak selalu tercapai. Akan tetapi, ketika susunan sejajar yang sempurna tersebut terjadi, hasilnya adalah gerhana bulan darah atau blood moon.

Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, tanggal 7 September 2025 dan dapat terlihat dari awal hingga akhir di benua Asia dan Australia Barat serta beberapa fase dapat terlihat di Eropa, Afrika, Australia Timur serta Selandia Baru. Sementara di belahan bumi lain seperti benua Amerika tidak dapat menyaksikan fenomena ini sama sekali.

Diagram fase bulan

Waktu dan Durasi Blood Moon

Menurut BMKG, fenomena GBT ini dimulai sekitar pukul 22:30 WIB lalu akan terus berlanjut hingga fase total pada Senin dini hari (8 September 2025) pada pukul 00:30 WIB hingga mencapai puncak gerhana pada pukul 01:11 WIB.

Sumber: Bosscha Observatory

Fase total berakhir pada pukul 01:52 WIB yang kemudian berlanjut ke fase gerhana parsial hingga pukul 02:56 WIB serta ditutup pada berakhirnya fase penumbra pada pukul 03:55 WIB. Keseluruhan durasi fase total inti gerhana tercatat berlangsung selama 1 jam, 22 menit, 6 detik.

Beragam Cara Masyarakat Indonesia Menanggapi Fenomena Langka Ini

Di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, ribuan warga antusias menghadiri acara observasi publik bertajuk "Piknik Malam Bersama Gerhana Bulan Total" yang dimulai pukul 19:00 hingga 21:00 WIB. Animo masyarakat terbukti tinggi dari habisnya penjualan tiket daring yang dijual oleh panitia, dan sebagai tanggapan atas hal tersebut panitia menyediakan fasilitas pendukung tambahan untuk menjamin kenyamanan selama acara berlangsung.

Upaya pengamatan secara ilmiah juga dilakukan di beberapa lokasi, seperti yang dilakukan oleh BMKG dengan menyiapkan tiga lokasi pemantauan blood moon di BMKG Jakarta, Stasiun Meteorologi Komodo Labuan Bajo serta lapangan Murjani di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Selain itu Bosscha Observatory juga melakukan pengamatan blood moon yang ditayangkan secara langsung ke kanal YouTube mereka.

Umat Muslim di Indonesia menyambut fenomena ini dengan melakukan Salat Gerhana atau Salat Khusuf yang dilakukan saat gerhana mulai hingga gerhana selesai. Selain melaksanakan ibadah salat, umat Muslim juga dianjurkan meningkatkan intensitas doa dan dzikir sebagai bentuk upaya pendekatan diri kepada Allah SWT.

Prediksi BMKG Untuk Gerhana Bulan Total Berikutnya

Berdasarkan siklus Saros, yang merupakan sebuah periode dalam jangka 18 tahun 11 hari sekali di mana posisi Bumi, Bulan dan Matahari kembali ke titik yang cenderung sama, BMKG mengatakan bahwa gerhana bulan total berikutnya akan terjadi pada sekitar bulan September 2043.

Adapun gerhana bulan total pada tanggal 8 September 2025 ini ialah kali kedua fenomena ini terjadi pada tahun 2025. Sebelumnya fenomena ini terjadi pada tanggal 14 Maret dan hanya dapat disaksikan di sebagian wilayah Indonesia Timur

Referensi:

  1. Space. (2025). What is a blood moon? link
  2. Rmol. (2025). Blood Moon Tadi Malam, BMKG Prediksi Gerhana Bulan Total Berikutnya Terjadi di 2043. link
  3. RRI. (2025). Fenomena Blood Moon 2025, Saat Sains Berpadu Budaya. link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *