by: *Dr. Shine P.S. Patiro dan Sri Yusriani Syamsuri, PhD (Cand.)


Dear Forkompromi readers,
Kopenhagen, dengan kanal ikonik Nyhavn yang berwarna-warni, adalah potret keindahan yang lahir dari harmoni antara budaya, inovasi, dan perdagangan lintas batas. Setiap bangunan yang berdiri kokoh di tepi air membawa cerita masa lalu, sementara perahu-perahu yang berlabuh menjadi simbol pertemuan masa kini dan masa depan. Seperti arus air yang tak pernah berhenti, ekonomi digital inklusif di Asia Tenggara mengalirkan peluang dari berbagai latar belakang, kepentingan, dan potensi, mengikatnya dalam satu arus besar pembangunan.
Namun, di tengah arus besar ini, ancaman baru mulai membayang. Fenomena Google Zero, istilah yang diperkenalkan oleh Nilay Patel pada 2024, menggambarkan skenario ekstrem ketika trafik Google untuk suatu bisnis turun hingga nol. Bagi pelaku e-commerce dan manajer pemasaran digital, hal ini menjadi alarm keras bahwa ketergantungan pada satu kanal distribusi informasi adalah langkah yang rapuh. Dalam bahasa manajemen strategis, ini adalah single point of failure yang dapat meruntuhkan sistem pemasaran hanya dengan satu guncangan.
Di era yang bergerak cepat ini, inklusivitas bukan sekadar slogan indah di halaman visi-misi, melainkan komitmen yang menuntut implementasi nyata. Menghubungkan peluang dari satu titik ke titik lain adalah kerja kolektif lintas sektor, di mana teknologi hanyalah jembatan, sementara nilai kemanusiaan adalah fondasi penopangnya.
Bagi mahasiswa dan praktisi manajemen, pesan ini jelas: membangun strategi tangguh berarti mendiversifikasi kanal komunikasi, mengembangkan sumber daya yang adaptif, dan memperluas jejaring lintas disiplin serta lintas budaya. Sebuah organisasi yang sehat tidak hanya memiliki kekuatan teknis, tetapi juga modal sosial yang mengakar.
Para akademisi sepakat, mereka yang mampu menavigasi samudera perubahan dengan kompas komitmen akan menemukan dermaga kesuksesan yang berkelanjutan. Dari kanal Eropa hingga pasar Asia, pelajaran terpenting tetap sama: keberanian membuka diri terhadap keragaman dan kemampuan beradaptasi adalah inti dari kepemimpinan visioner.


Di era e-commerce global, samudera ini tidak hanya berisi gelombang teknologi, tetapi juga arus persaingan lintas negara, tren perilaku konsumen yang cepat bergeser, serta regulasi internasional yang terus berevolusi.

Bagi para entrepreneurs, peluang selalu mengapung di permukaan maupun tersembunyi di kedalaman. Pasar Eropa hingga Asia membuka ruang bagi inovasi produk, kolaborasi lintas budaya, dan integrasi rantai pasok digital. Namun, untuk menangkap peluang tersebut, ada empat hal yang mesti selalu diperhatikan:
- Adaptasi cepat terhadap tren global, dari teknologi pembayaran baru hingga kebijakan ramah lingkungan.
- Diversifikasi kanal penjualan, jangan hanya bergantung pada satu platform, manfaatkan ekosistem marketplace, media sosial, dan situs mandiri.
- Penguatan merek berbasis cerita, konsumen global tertarik pada brand yang punya narasi autentik dan nilai sosial.
- Pemanfaatan data lintas pasar, analitik global membantu memprediksi permintaan dan menyesuaikan strategi.
Dari kanal Eropa hingga pasar Asia, pelajaran terpenting tetap sama: keberanian membuka diri terhadap keragaman, berpikir global namun bertindak lokal, dan kesiapan untuk belajar tanpa henti adalah kunci kemajuan bersama.
"Teruskan semangat belajar, jujur dan konsisten dalam langkah kita. You'll never walk alone, You never study alone!" Pesan Bang Shine,
Pesan mendalam dari Kak Sarah. "Teruskan semangat belajar hal-hal baru, jangan pernah puas untuk belajar dan berprestasi.... Ke pelabuhan singgah kapal layar, Membawa muatan hasil perikanan.
Ilmu ditanam takkan terbayar, Panen manfaat untuk peradaban. Happy working, happy learning, and Happy Researching!" ^_^
#discuss lintas benua, Tangerang Grindsted 2025
*Dr. Shine P. S. Patiro (Abang Shine) is an Associate Professor at the Faculty of Economics and Business, Universitas Terbuka, Indonesia, where he also serves as Vice Director for Non-Academic Affairs at the Postgraduate School. He earned his Doctoral degree in Management from Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, in 2016.
A prolific academic and educator, Dr. Patiro has published extensively in Scopus-indexed journals, international conference proceedings, and SINTA-accredited journals. He is the author of multiple scholarly books and teaching resources, including his latest: Integrasi Audit dan Manajemen SDM (Integration of Audit and HR Management, 2024).
Known for his commitment to academic excellence, he often encourages his students and peers with the motto: “You'll never walk alone. You never study alone.” His research expertise includes quantitative methodology, public sector governance, and strategic management. As a respected scholar and mentor, he is frequently invited as a keynote speaker and serves as a reviewer for various academic journals.
Together with Sri Yusriani and their research team #forkompromi, Dr. Patiro has received several prestigious international awards:
1st Place – IEOM Master’s Thesis Competition (Dubai & Tokyo, 2024)
Best Paper – ISBEST, ICBEM, ISC-BEAM UNJ, SCBTII Telkom University, and ICHESMET Kuala Lumpur (2023–2024)- Best Scientific Paper Awards in International Awards UIN. Sultan Maulana Hasanuddin Banten (2024 and 2025)
*Sri Yusriani Syamsuri (Kak Sarah) is a PhD Candidate at the Graduate School of Business, Universiti Sains Malaysia (USM), specializing in Global Strategic Organizational Behaviour with a focus on Creativity, Entrepreneurship, and Community Empowerment. She is also an HRM practitioner based in Denmark.
She was awarded the Erasmus+ Training Education Program (European Union) from September 2024 to March 2025, and is a GSB Global FoC 2025 Awardee for the Shizenkan–IESE program in Tokyo and Barcelona (January–April 2025).
In addition, she serves as a Tutor/Lecturer for the courses Manajemen Operasi Jasa and Operations Research at the Faculty of Economics and Business, Universitas Terbuka.
#knowledgesharing #shinepintor #happylearning #happyworking #indonesia #asia #eropa
#forkompromi #jejakkebaikan #jejaringmakna #sastraakademisi #glorygloryMMUT #unggul #universitasterbuka #happyresearching #sriysarah #fyi #news #networking #suarakita #alumni #mahasiswa #loveUT #universitasterbuka