Login
MADILOG BUKAN BUKU YANG MENGAJARKAN KOMUNISME TAPI MENGAJARKAN FILSAFAT PEMBEBASAN BANGSA SECARA ILMIAH (From Prof Hanif)

*Oleh: Hanif Nurcholis

Ada teman yang bertanya kepada saya tentang postingan saya yang menulis Tan Malaka dan bukunya Madilog. Dia bertanya mengapa saya mempromosikan Tan Malaka dan Madilognya. Dia itu komunis dan Madilog itu buku yang mengajarkan komunisme.

Saya tanya balik. Apa kamu sudah membaca buku Madilog? Dia jawab belum. Tapi sering membaca tulisan banyak orang tentang dia dan buku Madilog.

Saya sarankan. Sebaiknya kamu membaca supaya tahu materi yang ditulis dalam bukunya itu. Kalau hanya katanya-katanya ya bisa salah.

Inilah akibat Orde Baru yang membuat bodoh generasi muda seangkatan saya. Buku ini dilarang dibaca oleh regim Orde Baru. Lalu oleh orang-orang gendheng pendukung Orde Baru buku tersebut diframing sebagai buku yang mengajarkan komunisme. Dan membela PKI yang dilarang.

Saya beruntung bisa membacanya waktu duduk di SPG tahun 1976-1980. Ini berkat tetangga saya yang penjual buku bekas dan lama di pasar Johar Semarang. Dia menawarkan buku-buku di rumahnya yang disimpan karena takut dirampas polisi dan tentara. Kalau saya mau beli, dipersilakan membeli dengan harga sesuai dengan uang yang saya punya. Akhirnya kalau punya uang buku-buku yang dilarang itu saya beli. Lalu saya baca. Sesuai dengan pesan dia, kalau membaca buku tersebut jangan sampai ketahuan orang lain. "Bisa bahaya," kata dia.

Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika) ditulis Tan Malaka pada 1942–1943 bukan untuk mengajarkan komunisme praktis, melainkan untuk mendidik bangsa Indonesia agar berpikir ilmiah. Tujuan utamanya: membebaskan rakyat dari cara berpikir mistik, tahayul, dan fatalisme yang membuat bangsa terbelakang dan mudah diperdaya feodalisme maupun kolonialisme.

Memang, Tan Malaka memakai kerangka materialisme dialektis, sebuah dasar filsafat yang juga dipakai dalam Marxisme. Karena itu, banyak yang kemudian menyamakan Madilog dengan komunisme. Namun, berbeda dengan Manifesto Komunis karya Marx-Engels, dalam Madilog tidak ada ajaran tentang diktatur proletariat, program ekonomi komunis, atau seruan membangun partai komunis.

Tan Malaka

Yang ada dalam Madilog:

Kritik terhadap mistik dan logika lama.

Penegasan pentingnya ilmu pengetahuan modern.

Fondasi berpikir ilmiah lewat Materialisme, Dialektika, dan Logika.

Penerapan Madilog untuk memahami alam, masyarakat, dan pikiran.

Ajakan membangun bangsa yang merdeka, modern, dan rasional.

Peta Isi Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika)

Bagian I – Kritik Cara Berpikir Lama

1. Bab 1 – Logika Lama dan Logika Baru

Logika lama = mistik, tahayul, dogma.

Logika baru = berpikir ilmiah (materialisme, dialektika, logika).

2. Bab 2 – Mistik

Definisi mistik = cara berpikir gaib, fatalistis, irasional.

Dampak = membuat rakyat pasrah, mudah ditipu penguasa.

3. Bab 3 – Ilmu

Ilmu = pengetahuan berdasarkan observasi, bukti, eksperimen.

Sifat: objektif, universal, progresif.

Lawan mistik, jadi dasar kemajuan.

4. Bab 4 – Filsafat

Ilmu perlu filsafat sebagai kerangka umum.

Dua arus besar: idealisme vs materialisme.

Madilog = filsafat baru, materialis dan ilmiah.

Bagian II – Fondasi Madilog

5. Bab 5 – Materialisme

Segala sesuatu berpangkal pada materi.

Pikiran = produk otak, bukan roh gaib.

Lawan filsafat idealisme.

6. Bab 6 – Dialektika

Dunia selalu berubah melalui kontradiksi.

Tiga hukum utama:

1. Kuantitas → kualitas.

2. Pertentangan sebagai motor perubahan.

3. Negasi dari negasi.

7. Bab 7 – Logika

Aturan berpikir sahih.

Logika formal (Aristoteles) perlu → tapi terbatas.

Logika dialektis lebih tepat untuk memahami perubahan sosial.

Bagian III – Penerapan Madilog

8. Bab 8 – Madilog dalam Alam

Alam tunduk pada hukum material, bukan dewa.

Fenomena alam dijelaskan sains, bukan mitos.

9. Bab 9 – Madilog dalam Masyarakat

Masyarakat ditentukan kondisi material (ekonomi, produksi).

Perubahan sosial lewat pertentangan kelas.

Kolonialisme Belanda = kontradiksi utama Indonesia.

10. Bab 10 – Madilog dalam Pikiran

Pikiran = hasil otak (materi).

Ide-ide berubah sesuai kondisi material.

Kesadaran rakyat harus dibebaskan dengan logika ilmiah.

Bagian IV – Madilog sebagai Senjata Revolusi

11. Bab 11 – Mistik vs Ilmu dalam Politik

Kolonialisme & feodalisme menggunakan mistik untuk menaklukkan rakyat.

Politik sejati harus ilmiah, berbasis analisis kelas & material.

12. Bab 12 – Pendidikan dan Madilog

Pendidikan lama hanya melahirkan elite kecil.

Pendidikan baru harus logis, kritis, berbasis Madilog.

13. Bab 13 – Madilog sebagai Filsafat Revolusi

Madilog = filsafat praktis, bukan teori abstrak.

Tujuannya: membekali rakyat Indonesia dengan cara berpikir ilmiah untuk revolusi.

Seruan: tinggalkan mistik, bangun Indonesia modern & rasional.

Kesimpulan

Madilog = filsafat pembebasan bangsa Indonesia.

Tujuannya: mengganti mistik dengan sains, mengganti fatalisme dengan logika ilmiah.

Unsurnya:

1. Materialisme → kenyataan berpangkal pada materi.

2. Dialektika → kenyataan selalu berubah melalui kontradiksi.

3. Logika → aturan berpikir sahih.

Fungsinya: senjata ideologis dan intelektual untuk perjuangan revolusi Indonesia.

*Prof Hanif adalah Guru Besar Universitas Terbuka, Dosen Pascasarjana UT, Mata kuliah: pemerintahan daerah, pemerintahan desa, kebijakan publik. Beliau juga mendapatkan amanah sebagai Ketua Senat Universitas Terbuka saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *