Tim Admin Forkompromi
Dear Forkompromi readers, bertepatan pada tanggal 12 Agustus 2026 kemarin terjadi fenomena astronomi langka: Gerhana Matahari Total. Fenomena ini menghiasi siang hari pada wilayah yang dilintasi dan dapat membuat wilayah tersebut gelap untuk sementara waktu.
Wilayah-wilayah yang akan sangat merasakan dampak dari gerhana ini dinamakan Path of Totality atau Zona Totalitas. Zona ini merupakan bagian dari jalur tersempit saat Bulan secara penuh menutupi sinar Matahari ke Bumi sehingga Bulan mengeluarkan bayangan paling gelap. Dilansir dari CNN, wilayah yang termasuk pada bagian Zona Totalitas tersebut ialah Greenland, Spanyol Utara, Portugal Timur Laut dan Islandia. Khususnya untuk Spanyol, ini adalah pertama kalinya Gerhana Matahari Total dapat terlihat sejak tahun 1905.
Beberapa pengamat astronomi secara aktif melakukan observasi dan update informasi mengenai Gerhana yang sedang berlangsung. Anthony Wood pada live update nya dari Valoria la Buena, Spanyol yang diunggah ke platform astronomi online Space mengatakan bahwa Gerhana Matahari Total berlangsung selama 1 menit 37 detik.

Credit: Anthony Wood/Future, Space.com
Tidak seperti di Eropa, Gerhana Matahari ini sama sekali tidak melintasi wilayah Indonesia. Berdasarkan info dari BMKG, jalur lintasan Gerhana tidak melewati wilayah Indonesia serta fase Gerhana terjadi pada malam hari di wilayah Indonesia.
Fenomena yang Tidak Sering Terjadi
Gerhana Matahari Total dapat terbentuk ketika Matahari, Bulan dan Bumi berposisi pada satu garis lurus selama fase Bulan Baru. Ketika piringan Bulan menutupi piringan Matahari secara keseluruhan dari sudut pandang Bumi, maka suasana siang hari pada wilayah umbra (jalur bayangan inti) akan menjadi sangat gelap, sementara wilayah penumbra (jalur bayangan samar) akan menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Sebagian. Hal tersebut terjadi pada fase puncak Gerhana Matahari.
Tidak sering ketiga benda langit ini berada pada satu garis lurus untuk menimbulkan fenomena ini. Diperkirakan negara-negara yang dapat menyaksikan Gerhana pada saat ini akan menjumpai dua Gerhana Matahari lagi antara sekarang hingga tahun 2028.
Seni Alam Estetis
Fenomena alam ini seringkali menjadi objek fotografi bagi banyak pihak, misalnya ahli astronomi, fotografer, hingga mereka yang memang sekadar suka dengan hal-hal berkaitan dengan astronomi. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap saat Gerhana Matahari terjadi, daerah yang terdapat pada zona terdampak dapat menyaksikan keindahan “seni” dari alam tersebut.
Seperti halnya awan pelangi yang sempat terjadi di wilayah Bogor-Bekasi, Gerhana Matahari merupakan bentuk kerja sama dari perputaran periodik benda langit serta cahaya Matahari yang menciptakan fenomena visual berbentuk seperti cincin cahaya di tengah siang hari yang gelap secara sementara.
A Note for Us
Sekali lagi fenomena alam mengingatkan kita bahwa ilmu pengetahuan selalu dinamis dan dapat dipelajari kapanpun, dimanapun, oleh siapapun. Kita tidak perlu menjadi seorang ahli astronomi untuk menarik inspirasi dari fenomena antariksa yang terjadi, kita juga dapat memilih untuk sekadar menikmati keindahan fenomena tersebut. Namun ingatlah bahwa kita dapat terus belajar dari langit untuk melatih cara berpikir.
Happy learning, happy sharing, happy researching!
Referensi:
https://www.space.com/news/live/total-solar-eclipse-today-aug-12-2026-live-updates
